Rabu, 27 Februari 2013

perahu kehidupan


Kemarahan seakan hinggap menghampiri
Semua emosi menerjang kendali
Hingga sulit kukendalikan
Hingga langitpun mencurahkan isinya

Dimana kudapat belabuh
Ketika semua dermaga tak dapat kusinggahi
Didepan batu karang
Yang menunggu tuk didekati
Lautan dangkal
Hingga susah tuk merapat

Melanjutkan kembali pelayaran tanpa batas
Mengembangkan layar
Dan merasakan dinginnya lautan
Hingga merasuk menyelimuti ditiap harinya

Ketika pagi datang
Terbitlah keindahan dengan sinar yang menghangatkan
Ketika malam datang
Kurasakan dingin begitu kurasa

Tenang,ikhlas
Itu modalku berlayar
Karena setelah badai yang begitu menakutkan datang
Setelahnya akan ada pelangi yang indah menghiasi mata

Kamis, 14 Februari 2013

bumi sudah tua

apa kau rasa bumi sudah tua
tak kan mampu menompang hidup kita
apa kau tau tuhan sudah muak
terhadap kita yang melunjak

gunung akan muntah
ketika kau bertingkah
laut akan meludah
ketika kau berubah


apa kau ingin menghancurkan dunia
dengan tingkamu yang bertingkah
dengan gayamu yang mewah
dengan sifatmu yang serakah

bumi akan aman
jika kau tak ikuti zaman
laut akan tenang
bila kau tak berenang
dengan senang tanpa membimbang

kau sangat tau diriku terikat
tapi tak pernah kau coba merapat
kau mengharapkan manfaat
sampai kau tak pikirkan akibat

rasaku ingin kabur
ingin hasratku tuk melebur
ingin ku tuk keluar
dari tingkahmu yang tak bisa diatur

sungguh ku tak kuat mengangkat bebanmu
yang tak menganggapku
jika tuhan menyuruhku
kutak kan kembali mengenalmu

my world

inilah duniaku
dengan sejuta keindahan
bersama menit
bersama laguku

inilah duniaku
hanya sedih
ketika datang rindu
kerinduan mendalam kurasa

inilah duniaku
kesenangan ditiap hari
ketika tersenyum
menghadapi rimba dunia

inilah duniaku
saat ku terjatuh
gugur pula semua kenangan
kenangan yang pernah kita lalui

inilah duniaku
kenangan-kenangan manis
kini terasa pahit
meski tersisa manis

ukiran-ukiran manis
pernah kaupahat
kau pahat sehingga membentuk cinta
begitu indah terlihat

Senin, 11 Februari 2013

O


O,kusuka katakan itu
Saat terbenam matahari
Ketika rindu melanda
Dimalam-malam yang sunyi

O,kusuka katakan itu
Hanya untaian kata
Kata demi kata menjadi kalimat
Dan kalimat kurangkai seperti paragraph

O,kusuka katakan itu
Hendak kemana kumencari
Sepercik cahaya
Tuk menyinari kerinduan ini

O,kusuka katakan itu
Ketika kerinduan datang
Menyelimuti hidupku dimalam gelap
Hanya sedih yang kurasa

O,kusuka katakan itu
Saat sinar bulan
Tak lagi memancarkan keindahan
Ketika embun tak lagi menyejukan

O,kusuka katakan itu
Disetiap gelintir doa
Doa yang kupanjatkan
Tuk ketenangan disetiap hari



O,kusuka katakan itu
Ketika waktu takdapat terputar
Laksana hulu ke hilir
Longsoran pribadi tenggelam dalam sebongkah tanah

O,kusuka katakan itu
Ketika dunia berpaling
Dan kujatuh
Tanpa tahu kapan kubisa bangkit

Minggu, 10 Februari 2013

Pangeran yang teracuhkan


Aku pangeran
Disebuah istana kecilku
Dengan senyuman rakyat menghujam diriku
Tetapi ketika matahari
Menyongsong membelakangiku
Begitupun aku yang teracuh dikeluargaku

Semua terasa pahit
Meski tersisa manis
Dengan malam yang menutupi kemilaunya
Dengan siang yang menyembunyikan sinarnya

Hendak kemana kucari sebuah Ceria
Ketika dikeluarga kutakdapati
Ketika waktu merubahku
Menjadi pangeran yang teracuhkan

Ingin kupergi dari semua ini
Ingin mencari kebahagian diluar sana
Tapi kaki enggan tuk melangkah
Meninggalkan semua yang sudah terlukis pahit

Dan kupercaya
Dan kubiarkan
Waktu yang merubah semuanya
Ketika bintang hilang sinarnya
Tertutup awan gelap peranda hujan
Dan biar hujan yang menghapus semua lukisan
Yang tergores sedih