Hujan malam ini isyarat kesedihan bersarat
Air yang terjatuh dari genting-genting
Kulihat betul setiap butirnya terjatuh
Kulihat dedaunan mengetuk tertimpanya
Apa yang kau risaukan?
Disini ku bawakan kesejukkan dalam hawa ku
Mengapa kau bersedih di belakang kaca?
Disini kututupi kesedihan mu dengan butir-butir ku yang terjatuh
Tak begitu jelas ku menatap jauh ke luar
Karena rintikannya membasahi tempat ku melihat
Remang semakin tak terlihat
Dan dingin mulai menuju
Angin dan hujan bergabung menjadi satu
Membuat ku semakin merisau
Kurasa derasnya semakin memuncak
Tak lagi ku lihat namun langsung ku merasa
Tangisku menjadi satu
Tak terlihat ku sedang bersedih
Nonnnaa..nonnaa
Lantunan itu yang ku kecapkan
Nonna..nonnaa
Jeritan nama mu yang jauh di sana kuingat
Senin, 14 Oktober 2013
pagi, siang, malam tak kunjung usai
inikah akhir sebuah mimpi
ketika penantian panjang tak kunjung usai
ketika matahari mulai menyongsong dari timur
dan saat embun membangunkan untuk pagi yang kelam
mengapa disetiap pagi
lagi dan lagi
kuharus memasang muka ceria
ketika hati hilang keceriaan
mengapa disetiap siang
lagi dan lagi
terik matahari begitu mencekik
ketika semangat sudang memuncak
mengapa disetiap malam
lagi dan lagi
dinginnya malam membuat ku terlena
menyisihkan sebuah mimpi yang tertunda
ketika penantian panjang tak kunjung usai
ketika matahari mulai menyongsong dari timur
dan saat embun membangunkan untuk pagi yang kelam
mengapa disetiap pagi
lagi dan lagi
kuharus memasang muka ceria
ketika hati hilang keceriaan
mengapa disetiap siang
lagi dan lagi
terik matahari begitu mencekik
ketika semangat sudang memuncak
mengapa disetiap malam
lagi dan lagi
dinginnya malam membuat ku terlena
menyisihkan sebuah mimpi yang tertunda
Selasa, 24 September 2013
bukan sekedar kata merdeka
Merdeka...katanya!
Tetapi nyatanya?
Merdeka...katanya!
Realita nyatanya?
Perjuangan bersimbah darah
Demi satu kata yang diinginkan
Demi satu bangsa yang didambakan
Menjadi negara yang Mmeerdeka..!
Lampau bambu runcing ditangan
Tak kenal takut menumbangkan para penjajah
Kini uang ditangan
Tak kenal lelah menyisakan duka si miskin
Ialah hak segala warga negara
Negara hukum ceritanya
Tetapi hukum rimba realitanya
Kemerdekaan bukan sekedar ucapan yang mudah diucapkan
Kemerdekan harus dipertahankan
Kemerdekaan harus berlanjut
Tanpa dicampuri tangan-tangan kotor koruptor
Indah politik
Itulah yang banyak dikritik
Indahnya negara
Itulah yang didamba
Mentari timur mulai meninggi
Dan sang merah putih siap berkibar
Di langit indonesia
Biru meluas
Mmerdeka..merdeka
Ini bumi kecintaan
Ini tanah lahir kita
Dan ini tempat terakhir kita
Merrdeka..
#HUT RI ke-68
#indonesia merdeka
Tetapi nyatanya?
Merdeka...katanya!
Realita nyatanya?
Perjuangan bersimbah darah
Demi satu kata yang diinginkan
Demi satu bangsa yang didambakan
Menjadi negara yang Mmeerdeka..!
Lampau bambu runcing ditangan
Tak kenal takut menumbangkan para penjajah
Kini uang ditangan
Tak kenal lelah menyisakan duka si miskin
Ialah hak segala warga negara
Negara hukum ceritanya
Tetapi hukum rimba realitanya
Kemerdekaan bukan sekedar ucapan yang mudah diucapkan
Kemerdekan harus dipertahankan
Kemerdekaan harus berlanjut
Tanpa dicampuri tangan-tangan kotor koruptor
Indah politik
Itulah yang banyak dikritik
Indahnya negara
Itulah yang didamba
Mentari timur mulai meninggi
Dan sang merah putih siap berkibar
Di langit indonesia
Biru meluas
Mmerdeka..merdeka
Ini bumi kecintaan
Ini tanah lahir kita
Dan ini tempat terakhir kita
Merrdeka..
#HUT RI ke-68
#indonesia merdeka
Pesan sebuah seruling
mengapa setiap malam begitu sepi...
sepi begitu dekat
hingga tak menyisakan jarak
mengapa setiap malam begitu dingin..
dingin dalam renungan
menatap-menitip pesan yang tak terbalaskan
mengapa setiap malam penyesalan selalu muncul
muncul dalam benak
hingga ku teranak sedih
dari serambi tempatku terdiam
alunan suara lembut membalut sukma
alunan yang bercampur belaian angin
dipandu cahaya bulat bundar penuh
Irama,Rima,Imajinasi berkolaborasi menjadi
Indah,syahdu, dalam rasa
enkode-enkodenya terasa begitu menghanyutkan
hingga dekode-dekode terasa begitu nyata
Irama,Rima,dan syahdunya
seakan membawakan diri ini pada imajinasi tertinggi
seakan ingin menyampaikan apa yang tak mampu dibahasakan
seakan ingin ku bernyanyi"kasih tak sampai"
mengapa setiap malam selalu ada ceria di akhir
ketika bergantinya dunia nyata
berganti dunia tidur
dan ingin kusampaikan "aku cinta kamu"
sepi begitu dekat
hingga tak menyisakan jarak
mengapa setiap malam begitu dingin..
dingin dalam renungan
menatap-menitip pesan yang tak terbalaskan
mengapa setiap malam penyesalan selalu muncul
muncul dalam benak
hingga ku teranak sedih
dari serambi tempatku terdiam
alunan suara lembut membalut sukma
alunan yang bercampur belaian angin
dipandu cahaya bulat bundar penuh
Irama,Rima,Imajinasi berkolaborasi menjadi
Indah,syahdu, dalam rasa
enkode-enkodenya terasa begitu menghanyutkan
hingga dekode-dekode terasa begitu nyata
Irama,Rima,dan syahdunya
seakan membawakan diri ini pada imajinasi tertinggi
seakan ingin menyampaikan apa yang tak mampu dibahasakan
seakan ingin ku bernyanyi"kasih tak sampai"
mengapa setiap malam selalu ada ceria di akhir
ketika bergantinya dunia nyata
berganti dunia tidur
dan ingin kusampaikan "aku cinta kamu"
Rabu, 22 Mei 2013
Berteman dengan asap
Asap
menyelimuti disiang gelap
Menerjang
kekosongan hidup
Sugesti
terasa begitu dekat
Sejengkal
didepan mata
Imajinasi
menjadi majas
Agar
terasa jelas
Kubuat
perahu kertas
Tuk
kulajukan pada asap yang berterbangan
Dikursi
tua ini kududuk
Dengan
gitar sebagai pengiring khayalku
Dan
sepercik api kunyalakan
Tuk
berteman dengan segumpalan asap
Banyak
yang lalau lalang didepanku
Tanpa
tengokan kudapat
Dan
biarkan awan menyelimuti
Memberikan
kesejuka disiang ini
Aku
ini apa??
Mengapa
denganku?
Mengapa
meraka mengacuhkan
Tak
menganggapku ada
Hanya
berharap waktu tuk merubah
Merubah
situasi yang terjadi
Dan
biarkan detik
Memasak
pribadi unggulku
Rabu, 27 Februari 2013
perahu kehidupan
Kemarahan
seakan hinggap menghampiri
Semua
emosi menerjang kendali
Hingga
sulit kukendalikan
Hingga
langitpun mencurahkan isinya
Dimana
kudapat belabuh
Ketika
semua dermaga tak dapat kusinggahi
Didepan
batu karang
Yang
menunggu tuk didekati
Lautan
dangkal
Hingga
susah tuk merapat
Melanjutkan
kembali pelayaran tanpa batas
Mengembangkan
layar
Dan
merasakan dinginnya lautan
Hingga
merasuk menyelimuti ditiap harinya
Ketika
pagi datang
Terbitlah
keindahan dengan sinar yang menghangatkan
Ketika
malam datang
Kurasakan
dingin begitu kurasa
Tenang,ikhlas
Itu
modalku berlayar
Karena
setelah badai yang begitu menakutkan datang
Setelahnya
akan ada pelangi yang indah menghiasi mata
Kamis, 14 Februari 2013
bumi sudah tua
apa kau rasa bumi sudah tua
tak kan mampu menompang hidup kita
apa kau tau tuhan sudah muak
terhadap kita yang melunjak
gunung akan muntah
ketika kau bertingkah
laut akan meludah
ketika kau berubah
apa kau ingin menghancurkan dunia
dengan tingkamu yang bertingkah
dengan gayamu yang mewah
dengan sifatmu yang serakah
bumi akan aman
jika kau tak ikuti zaman
laut akan tenang
bila kau tak berenang
dengan senang tanpa membimbang
kau sangat tau diriku terikat
tapi tak pernah kau coba merapat
kau mengharapkan manfaat
sampai kau tak pikirkan akibat
rasaku ingin kabur
ingin hasratku tuk melebur
ingin ku tuk keluar
dari tingkahmu yang tak bisa diatur
sungguh ku tak kuat mengangkat bebanmu
yang tak menganggapku
jika tuhan menyuruhku
kutak kan kembali mengenalmu
tak kan mampu menompang hidup kita
apa kau tau tuhan sudah muak
terhadap kita yang melunjak
gunung akan muntah
ketika kau bertingkah
laut akan meludah
ketika kau berubah
apa kau ingin menghancurkan dunia
dengan tingkamu yang bertingkah
dengan gayamu yang mewah
dengan sifatmu yang serakah
bumi akan aman
jika kau tak ikuti zaman
laut akan tenang
bila kau tak berenang
dengan senang tanpa membimbang
kau sangat tau diriku terikat
tapi tak pernah kau coba merapat
kau mengharapkan manfaat
sampai kau tak pikirkan akibat
rasaku ingin kabur
ingin hasratku tuk melebur
ingin ku tuk keluar
dari tingkahmu yang tak bisa diatur
sungguh ku tak kuat mengangkat bebanmu
yang tak menganggapku
jika tuhan menyuruhku
kutak kan kembali mengenalmu
my world
inilah duniaku
dengan sejuta keindahan
bersama menit
bersama laguku
inilah duniaku
hanya sedih
ketika datang rindu
kerinduan mendalam kurasa
inilah duniaku
kesenangan ditiap hari
ketika tersenyum
menghadapi rimba dunia
inilah duniaku
saat ku terjatuh
gugur pula semua kenangan
kenangan yang pernah kita lalui
inilah duniaku
kenangan-kenangan manis
kini terasa pahit
meski tersisa manis
ukiran-ukiran manis
pernah kaupahat
kau pahat sehingga membentuk cinta
begitu indah terlihat
Senin, 11 Februari 2013
O
O,kusuka katakan itu
Saat terbenam matahari
Ketika rindu melanda
Dimalam-malam yang sunyi
O,kusuka katakan itu
Hanya untaian kata
Kata demi kata menjadi kalimat
Dan kalimat kurangkai seperti
paragraph
O,kusuka katakan itu
Hendak kemana kumencari
Sepercik cahaya
Tuk menyinari kerinduan ini
O,kusuka katakan itu
Ketika kerinduan datang
Menyelimuti hidupku dimalam
gelap
Hanya sedih yang kurasa
O,kusuka katakan itu
Saat sinar bulan
Tak lagi memancarkan keindahan
Ketika embun tak lagi menyejukan
O,kusuka katakan itu
Disetiap gelintir doa
Doa yang kupanjatkan
Tuk ketenangan disetiap hari
O,kusuka katakan itu
Ketika waktu takdapat terputar
Laksana hulu ke hilir
Longsoran pribadi tenggelam
dalam sebongkah tanah
O,kusuka katakan itu
Ketika dunia berpaling
Dan kujatuh
Tanpa tahu kapan kubisa bangkit
Minggu, 10 Februari 2013
Pangeran yang teracuhkan
Aku pangeran
Disebuah istana kecilku
Dengan senyuman rakyat menghujam diriku
Tetapi ketika matahari
Menyongsong membelakangiku
Begitupun aku yang teracuh dikeluargaku
Semua terasa pahit
Meski tersisa manis
Dengan malam yang menutupi kemilaunya
Dengan siang yang menyembunyikan sinarnya
Hendak kemana kucari sebuah Ceria
Ketika dikeluarga kutakdapati
Ketika waktu merubahku
Menjadi pangeran yang teracuhkan
Ingin kupergi dari semua ini
Ingin mencari kebahagian diluar sana
Tapi kaki enggan tuk melangkah
Meninggalkan semua yang sudah terlukis pahit
Dan kupercaya
Dan kubiarkan
Waktu yang merubah semuanya
Ketika bintang hilang sinarnya
Tertutup awan gelap peranda hujan
Dan biar hujan yang menghapus semua lukisan
Yang tergores sedih
Langganan:
Komentar (Atom)

