Senin, 14 Oktober 2013

hujan bersidih

Hujan malam ini isyarat kesedihan bersarat
Air yang terjatuh dari genting-genting
Kulihat betul setiap butirnya terjatuh
Kulihat dedaunan mengetuk tertimpanya

Apa yang kau risaukan?
Disini ku bawakan kesejukkan dalam hawa ku
Mengapa kau bersedih di belakang kaca?
Disini kututupi kesedihan mu dengan butir-butir ku yang terjatuh

Tak begitu jelas ku menatap jauh ke luar
Karena rintikannya membasahi tempat ku melihat
Remang semakin tak terlihat
Dan dingin mulai menuju

Angin dan hujan bergabung menjadi satu
Membuat ku semakin merisau
Kurasa derasnya semakin memuncak
Tak lagi ku lihat namun langsung ku merasa
Tangisku menjadi satu
Tak terlihat ku sedang bersedih

Nonnnaa..nonnaa
Lantunan itu yang ku kecapkan
Nonna..nonnaa
Jeritan nama mu yang jauh di sana kuingat

Tidak ada komentar: